Kasus Preman Palak Ibu Warung di Bandung Berakhir Damai, Keluarga Pelaku Minta Maaf
"Nya anceman-anceman na eta nu matak reuwas. Ari abdi mah teu genter, da alhamdulillah tos lami di dieu. Tapi kaluarga abdi nu dilembur A, matak kapikiran mah (Iya. Ancaman-ancamannya yang membuat terkejut. Kalau sih tidak begitu takut. Alhamdulillah saya sudah lama di sini. Tapi keluarga saya yang dikampung kak, kepikiran)," kata ibu warung.
Meski telah berdamai dan meminta kasus tak diperpanjang, rupanya pemalakan yang dilakukan preman bertato itu telah telanjur memicu kekesalan para netizen. Mereka mengunggah komentar yang menggambarkan kegeraman.
Akun gigilalang_20 menulis, "Jagoana kmna? Naha d wakilkeun (Jagoannya ke mana? Kenapa diwakilkan)."
@benniebouncue mengunggah komentar, "Beja keun kanu sok malak na gelut Jeung aing Mun Aya kawani mah (Bilang ke yang suka melakukan pelakan nya, berkelahi dengan saya kalau ada keberanian)."
@indra_dzl berkomentar, "Lanjutkan...tuman jelema siga kitu mah, moal kapok lamun can ngarasa jeruji besi. (Kurang ajar manusia seperti itu, tidak akan jerak jika belum merasakan jeruji besi)."