Kasus Penyekapan Yuvita, Wakil Ketua DPRD Jabar Dukung Taufik Hidayat Dikebiri
BANDUNG, iNews.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar), Iswara, angkat bicara mengenai kasus penyekapan dan penganiayaan sadis yang menimpa korban berinisial Yuvita Tri Rezeki (29).
Iswara secara pribadi menyatakan mendukung usulan penerapan hukuman kebiri bagi Taufik Hidayat, tersangka penyekapan dan penyiksaan keji asalkan tidak menabrak koridor hukum yang berlaku.
Usulan hukuman kebiri ini sebelumnya menggelinding dari politisi PKB. Menurut Iswara, aspirasi tersebut sangat sah sebagai bentuk kegeraman publik terhadap aksi kejahatan seksual maupun penganiayaan berat.
"Meski demikian, pemerintah harus mengkajinya secara mendalam agar penerapan hukuman tersebut tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan nasional maupun aturan HAM internasional," ujar Iswara, Sabtu (27/6/2026).
Menyikapi kekejaman yang dilakukan oleh pelaku bernama Taufik Hidayat terhadap YTR, DPRD Jabar mengutuk keras tindakan tersebut. Aksi penyekapan itu dinilai sudah sangat biadab dan melebihi batas kemanusiaan.
Iswara pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Jabar yang bergerak sigap dan cepat dalam menangkap pelaku.
DPRD Jabar kini meminta aparat penegak hukum tidak ragu untuk menjatuhkan sanksi pidana yang paling berat. "Kami meminta aparat hukum memberikan hukuman seberat-beratnya kepada Taufik Hidayat sesuai dengan perbuatan keji yang dilakukannya," katanya.
Di sisi lain, Iswara mengaku prihatin karena aksi penyekapan ini bisa berlangsung rapi hingga kurun waktu 3 tahun tanpa terdeteksi. Menurutnya, hal ini menjadi tamparan keras bagi sistem pengawasan lingkungan setempat.
Dia mengimbau kepada seluruh perangkat lingkungan, mulai dari pengurus RT, RW, pihak desa, hingga kelurahan untuk lebih peka dan peduli terhadap kondisi warga di sekitarnya.
Iswara berharap fungsi kontrol sosial di masyarakat kembali ditingkatkan agar lingkaran kekerasan tersembunyi seperti kasus penyekapan YTR ini tidak kembali terulang di masa depan.
Pihak keluarga Yuvita Tri rezeki (29) dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan tegas menutup pintu maaf bagi Taufik Hidayat (TH), tersangka penyekapan dan penyiksaan sadis selama tiga tahun.
Penegasan ini dilontarkan usai rilis perkembangan kasus di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (26/6/2026) sore.