Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi Jadi Sasaran Program Rural ICT Camp 2021 dari Inggris
Menurut Gustaff, program tersebut telah mendapat respons luar biasa dari para pemangku adat di Kasepuhan Ciptagelar. Saat ini, tercatat sudah ada 29 dusun yang mengakses internet. Akses internet itu diakses oleh 800 sampai 1000 pengguna per hari.
Sementara itu, perwakilan dari Kasepuhan Ciptagelar Yoyo Yogasmana mengaku, pihaknya membuka diri atas teknologi modern yang masuk ke wilayahnya. Karena salah satu falsafah Kasepuhan adalah mampu mengimbangi perkembangan zaman, tapi jangan sampai menghilangkan adat atau tradisi leluhur.
"Itu dasar kami kenapa kami membuka diri mendapatkan program ini. Kami harus mampu menggaungkan keseimbangan antara perkembangan modern dan masyarakat adat," ujar Gustaff.
Selama ini, tutur dia, masyarakat di Kasepuhan tidak menutup diri atas perkembangan zaman. Misalnya saat kebutuhan akan energi listik, masyarakat bersama sama mencari suplai listik yang disediakan alam, seperti air.
"Perangkat modern tak bisa dilepaskan dari kehidupan kami, tapi ada batasannya. Misalnya ada ruang tertentu yang tidak boleh ada teknologi modern. Misalnya saat ritual yang mesti mengeluarkan pusaka kami," tuturnya.
Masyarakat adat Ciptagelar mengaku tidak risau dan takut atas modernisasi. Karena dasar adat masyarakat sudah kuat. Pihaknya juga menjunjung tinggi hukum adat. Di mana masyrakat yang melanggar atau melebihi batasan akan mendapatkan hukuman seusia tindakan yang dilakukan.
Editor: Agus Warsudi