Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI AL Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Bekasi dan Karawang
Advertisement . Scroll to see content

Karawang-Bekasi Diterjang Banjir, Luapan Air Sungai Citarum 1.300 Meter Kubik

Rabu, 24 Februari 2021 - 09:44:00 WIB
Karawang-Bekasi Diterjang Banjir, Luapan Air Sungai Citarum 1.300 Meter Kubik
Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau perbaikan tanggul Sungai Citarum yang jebol di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa (23/2/2021). (Foto/Humas Jabar)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Kabupaten Bekasi diterjang banjir sejak Sabtu (20/2/2021). Bencana itu disebabkan luapan air Sungai Citarum melonjak dari biasanya 800 meter kubik menjadi 1.300 meter kubik pada Sabtu dan Minggu (20-21/2/2020).

Lonajakan luapan air Sungai Citarum tersebut menyebabkan tanggul sungai di Kecamatan Pebayuran dan beberapa titik lain di Kabupaten Bekasi dan Karawang jebol. Air Sungai Citarum merendam ribuan permukiman warga yang berada di bantaran.
 
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, luapan air Sungai Citarum pada Sabtu dan Minggu (20-21/2/2021) luar biasa. "Citarum meluap luar biasa. Kapasitasnya yaitu 800 meter kubik, kemarin sampai 1.300 meter kubik. Jadi melebihi tinggi, akhirnya menjebol beberapa titik," kata Emil saat meninjau perbaikan tanggul Sungai Citarum di Pebayuran, Bekasi, Selasa (23/2/2021).

Gubernur yang akrab disapa Emil ini memastikan, perbaikan tanggul akan dilakukan sesegera mungkin agar air Sungai Citarum tidak masuk ke permukiman warga. 

Berdasarkan data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, ujar Emil, pada Senin (22/2/2021), tinggi muka air di Kecamatan Pebayuran sekitar 80-250 sentimeter (cm).
 
"Bantuan logistik untuk masyarakat terdampak banjir terus mengalir, baik dari BPBD Kabupaten Bekasi, BPBD Provinsi Jabar, maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ujarnya.

Emil menuturkan, warga yang rumahnya rusak berat dan roboh akibat banjir dapat mengikuti program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). "Untuk kedaruratan mudah-mudahan ambil contoh yang surut sehingga dapat dikerjakan titik ini, kita akan perbaiki supaya air tidak mengalir lagi ke titik-titik rumah yang lain," tutur Emil.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut