Kampung Kristen Tertua di Tengah Kota Santri Cianjur, Ada Sejak Bupati Prawiradiredja II
Mereka kemudian menaiki tebing tersebut dan menemukan sebuah hutan belantara yang tanahnya agak datar.
Setelah B.M. Alkena melihat tempat tersebut cocok untuk lahan pemukiman dan pertanian, maka B.M Alkena menancapkan tongkatnya di tanah dan berikrar: 'di tempat inilah saya tetapkan sebagai tempat pemukiman bagi orang-orang Kristen (Sunda)'.
Sejak itulah dimulai pembukaan dan pembabatan hutan untuk keperluan pemukiman dan pertanian.
warga Kristiani pribumi masih menggunakan sistem penamaan marga. Markhasan, Dantji, dan Masad. Ketiga nama tersebut menjadi ciri seorang Kristiani pribumi yang tinggal di Kampung Palalangon.
Saat ini, kawasan tersebut juga telah banyak dihuni oleh masyarakat yang beragama Islam. Meski berbeda keyakinan, mereka hidup berdampingan secara damai dan terus menjalankan prinsip saling oleransi dan tetap mengasihi.
Bahkan saat ada salah satu warga yang jatuh sakit atau meninggal, mereka akan saling menolong dengan memberikan bantuan untuk meringankan beban.
Itulah fakta menarik Kampung Kristen tertua di tengah Kota Santri Cianjur. Ada toleransi cukup tinggi di antara warga, meski berbeda agama.
Editor: Asep Supiandi