Kabupaten Bandung Berusia 381 Tahun, Dayeuhkolot Masih Kebanjiran, Ini Harapan Warga
Banjir akibat luapan Sungai Citarum, merendam 3.000 rumah warga di Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Sebagian warga Desa Dayeuhkolot mulai mengungsi ke tempat aman.
Bencana banjir luapan Sungai Citarum ini sebenarnya sudah menjadi langganan setiap musim hujan tiba. Banjir merendam permuikman warga sejak Senin (18/4/2022) setelah hujan deras mengguyur Bandung Raya semalaman sejak Minggu (17/4/2022) malam.
Hingga Rabu (20/4/2022) siang, ribuan rumah warga di Desa Dayeuhkolot masih terendam banjir luapan. Ketinggian air yang menggenangi rumah warga bervariasi 50-100 sentimeter (cm).
"Akibat banjir ini, sebanyak 3.000 rumah di 14 rukun warga (RW) di Desa Dayeuhkolot, kebanjiran," kata Kepala Desa Dayeuhkolot Yayan Setiana.
Yayan Setiana menyatakan, sebagian besar warga memilih bertahan di lantai dua rumah mereka. Tetapi beberapa warga mulai mengungsi ke posko pengungsian yang disediakan oleh pemerintah, salah satunya di Gedung PMI Dayeuhkolot. "Di posko pengungsian ini/ terdapat 19 kepala keluarga dan terdiri 56 jiwa," ujar Yayan Setiana.
Kades Dayeuhkolot mengimbau warga tetap waspada mengingat hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi lama yang menjadi faktor pemicu meluapnya air Sungai Citarum masih akan terjadi hingga akhir April 2022 ini.
Editor: Agus Warsudi