Jumlah ODP di Cianjur Melonjak, Didominasi Pemudik dari Jabodetabek
CIANJUR, iNews.id - Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus meningkat didominasi pemudik dari zona merah corona seperti Jabodetabek. Sehingga mereka wajib isolasi selama 14 hari.
Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengintruksikan tim dan relawan di posko yang ada di tiap desa untuk meningkatkan pengawasan terhadap ODP. Selain itu mengimbau warga menerapkan social distancing sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona.
"Terhitung hari ini, laporan yang kami dapatkan 28 ribu pemudik sudah sampai ke kampung halamannya di Cianjur karena memaksa mudik lebih awal akibat PSBB sudah dilakukan di kota tempat mereka merantau," kata Herman Suherman, Rabu (22/4/2020).
Mereka yang memaksa untuk tetap pulang kampung, menurut dia, akan mendapat pengawasan ketat dari tim di posko yang sudah terbentuk di sebagian besar desa hingga ke pelosok Cianjur dibantu ketua RT dan warga sekitar agar dijalankan pemudik yang masuk ODP.
"Hari ini berdasarkan laporan satgas, jumlah ODP di Cianjur, meningkat menjadi 610 orang yang didominasi perantau yang pulang lebih awal. Mereka juga diwaspadai sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sulit dideteksi kesehatannya, sehingga dilakukan berbagai upaya antisipasi," katanya.