Ritual di Pantai Selatan Jawa Barat, dari Syukur Pasisiran hingga Hajat Laut
Sampai suatu hari, si Pacul hilang begitu saja. Satu barang yang berhasil ditemukan dari orang itu hanyalah pacul. Sejak saat itu, masyarakat mengimbau setiap pendatang agar menghargai waktu.
Perjanjian Nyi Blorong
Pantai selatan Jawa juga menjadi lokasi ritual yang memakan tumbal seperti perjanjian Nyi Blorong. Melansir SINDOnews, pesugihan ini dilakukan agar mendapatkan kekayaan. Seseorang yang memiliki perjanjian dengan Nyi Blorong harus menyediakan sesajen yang diletakkan di kamar khusus.
Setelah perjanjian dibuat, sisik ular yang berwarna emas akan rontok. Sisik emas itulah yang kemudian membuat seseorang menjadi kaya raya. Tidak gratis, perjanjian ini meminta tumbal. Pelaku pesugihan wajib menyerahkan dirinya sebagai budak di laut selatan.
Ngaruwat
Sama seperti prosesi ruwatan pada umumnya, Ngaruwat ala pantai selatan Jawa Barat ini juga meminta keselamatan kepada Tuhan dan Nyi Roroi Kidul sebagai penguasanya. Dalam jurnal ‘Mitos Nyi Roro Kidul Dalam Kehidupan Masyarakat Cianjur Selatan’ Ngaruwat dipimpin oleh seorang juru ruwat, bisa tokoh masyarakat dan ulama setempat.
Ngaruwat diikuti oleh masyarakat umum. Namun terkadang hanya diikuti oleh orang-orang tertentu saja, terutama mereka yang akan mempunyai hajat. Selain Cianjur, Ngaruwat juga digelar oleh masyarakat Pangandaran dan Sukabumi yang tinggal ditepi laut selatan.