Jembatan Gantung Antar-Provinsi Jabar-Jateng Pecahkan Rekor Muri
Atalia meyakinkan, jembatan gantung tersebut aman dan kokoh karena sudah teruji dan telah mendapat persetujuan dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jabar. Masyarakat, kata Atalia, tak perlu khawatir karena kualitasnya pun akan terus dipantau.
"Kita bekerja sama dengan DBMPR dan vertical rescue, jadi keamanan dan kekuatan jembatan ini sudah dihitung dengan jelas, menggunakan baja kokoh dan akan terus dipantau," katanya.
Sebelum jembatan tersebut dibangun, lanjut Atalia, aktivitas masyarakat di kedua wilayah yang dihubungkan jembatan itu cukup terganggu karena kesulitan akses. Bahkan, mereka harus menggunakan perahu untuk menyeberang dan tak jarang harus berjalan kaki di atas sungai dengan risiko tersapu air.
"Selama ini, masyarakat ada kesulitan melakukan berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial, mereka harus menggunakan perahu untuk menyeberang dan ini bahaya," kata Atalia.
Menurutnya, jembatan ini sangat dinantikan kehadirannya oleh masyarakat. Selain dapat mendongkrak perekonomian warga, akses pendidikan warga juga menjadi lebih mudah. Pasalnya, tak sedikit warga Desa Limbangan Brebes yang bersekolah di wilayah Kalirahayu.