Jejak di Kuku Korban Bisa Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang
“Kalau tangan Amel mencakar seseorang maka luka cakar tersebut yang ditemukan di salah satu saksi adalah luka kecelakaan, tercakar kucing atau manusia. Apakah ini tipikal identik dengan kukunya Amel, ini bisa ditelusuri secara ilmiah,” ucap Anjas.
Pengumpulan sampel DNA para saksi yang sudah diperiksa lebih dari seratus orang tersebut akan sangat penting untuk menyinkronkan dengan apa yang ditemukan di kuku Amel.
Namun, ujar Anjas, satu sampel DNA saja butuh biaya cukup besar dan waktu yang cukup lama. Meskipun demikian, dia meyakini, tim penyidik kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini, sudah melakukan berbagai hal, termasuk yang selama ini dianggap misteri oleh publik. Namun, tim penyidik tidak membeberkannya ke media.
Diketahui, Kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalacagak, Kabupaten Subang telah lebih dari enam bulan berlalu.
Namun saat ini aktor utama sekaligus pelaku pembunuhan yang terjadi pada Rabu 18 Agustus 2021 itu masih berkeliaran bebas. Kasus yang menjadi perhatian masyarakat luas di Indonesia ini menyisakan misteri yang belum terpecahkan.
Ditreskrimum Polda Jawa Barat (Jabar) telah merilis sketsa terduga pelaku pembunuhan dan menyebarkannya ke seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. Namun, sampai kini belum ada titik kasus pembunuhan itu segera terungkap.
Editor: Agus Warsudi