Jawab Tantangan Talenta Digital Indonesia, Telkom dan YPT Suguhkan Kurikulum DigiUp Berkualitas
Contoh lain dalam sertifikasi Pemrograman Phyton. SKKNI menetapkan kurikulum harus bisa membuat lulusan program bisa menggunakan struktur data, menginstalasi software tools pemrograman, dan menulis kode dengan prinsip sesuai guidelines dan best practices.
Setelah itu, mengimplementasikan pemrograman terstruktur menggunakan library atau komponen pre-existing, membuat dokumen kode program, dan melakukan debugging.
Pendekatan serupa dilakukan terhadap tiga sertifikasi lain, yakni, Junior Desainer Grafis, Administrasi Jaringan Computer, dan Junior Multimedia Desain.
"Seluruh kurikulum, sudah merujuk kepada SKKNI sehingga lulusan program fasih melaksanakan tugas fungsinya sekaligus layak disertifikasi standard nasional dari BNSP,” ujarnya.
Sebelumnya, 1.040 peserta siswa SMK mengikuti program Telkom DigiUp yang tersebar dalam 24 kelas daring dengan komposisi peserta Junior Desain Grafis sebesar 22 persen, Junior Multimedia Designer (UI/UX) 17 persen, Junior Network Administrator 25 persen, Junior Web Developer 21 persen, dan Junior Web Programmer (Phyton) 15 persen.