Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bertemu Idolanya Gus Miftah, Ridwan Kamil Ajak Bangun Pesantren Lansia di Jabar
Advertisement . Scroll to see content

Jadi Pembicara FLF UGM, Ridwan Kamil Paparkan Strategi Atasi Ketimpangan Pembangunan di Jabar

Jumat, 03 Desember 2021 - 08:23:00 WIB
Jadi Pembicara FLF UGM, Ridwan Kamil Paparkan Strategi Atasi Ketimpangan Pembangunan di Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri Fisipol Leadership Forum di Kampus Fisipol UGM, Kamis (2/12/2021). (Foto: Humas Pemprov Jabar)
Advertisement . Scroll to see content

"Maka sekarang ada program Petani Milenial. Wahai anak-anak kota, desa, jangan hijrah ke kota. Pak, penghasilan di desa kecil dibanding kota. Tapi dengan skill digital, persepsi itu berubah. Kenapa? Anda bisa tinggal di desa, jualan di kota melalui digital. Maka slogannya, tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia," ujar Kang Emil.

"Covid mengajarkan, ekonomi turun, ternyata pangan stabil, digital naik. Makanya saya bilang, anak-anak kota, future economy itu pangan. Kamu makmur tahan banting," ujarnya. 

Kang Emil menuturkan, Pemprov Jabar menyediakan pusat digital di kantor-kantor desa. Pusat digital itu dapat dimanfaatkan masyarakat pedesaan untuk berjualan secara digital. 

"Kasih makan ikan pakai handphone. Mencari ikan pakai fish finder. Itu evolusi-evolusi. Itu cara saya mengentaskan gap dengan namanya inclusive digital economy," tutur Gubernur Jabar. 

Selain itu, Pemprov Jabar pun menggagas program Desa Digital. Desa Digital merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran dan percepatan akses serta pelayanan informasi.

Nantinya, seluruh pelayanan publik di desa akan didigitalisasi, koneksi internet akan dibenahi, command center dibangun, dan masyarakat desa dapat memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan sekaligus mengenalkan produk unggulan di wilayahnya. 

"Saya punya teori, menyejahterakan rakyat Indonesia dan sila kelima. Dari desa, tapi menggunakan teknologi digital sebagai alat produksi dan alat peradaban," ucap Kang Emil.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut