Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Danrem 073 Makutarama: Jateng Zona Merah Radikalisme, Harap Waspada!
Advertisement . Scroll to see content

Jabar Gagas Sekolah Toleransi Pertama di Indonesia, Terapkan Kurikulum Antiradikalisme

Kamis, 21 April 2022 - 06:30:00 WIB
Jabar Gagas Sekolah Toleransi Pertama di Indonesia, Terapkan Kurikulum Antiradikalisme
Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi meresmikan Sekolah Toleransi di SMA Negeri 1 Depok sebagai Sekolah Toleransi pertama di Indonesia, Rabu (20/4/2022). (FOTO: Humas Disdik Jabar)
Advertisement . Scroll to see content

"Implementasinya ke depan seperti di Garut. Kita berharap, kurikulum antiradikalisme dan toleransi masuk ke dalam kurikulum, bagian dari mata pelajaran PPKN di Satuan Pendidikan di Disdik kabupaten/kota," ujarnya. 

Menurut Kadisdik Jabar, dalam mata pelajaran PPKN Sekolah Toleransi, ada pendidikan antikorupsi yang sudah digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar. 

"Saya berharap, di seluruh siswa-siswi se-Jabar itu ada tagline per harinya. Misalnya, hari Senin harus bercerita tentang kebangsaan, Selasa bercerita tentang persatuan, Rabu tentang budaya lokalnya, Kamis tentang musyawarahnya, Jumat tentang keagamaannya, Sabtu tentang berkunjung kepada orang tua atau kakek dan neneknya," tuturnya. 

Karenanya, dalam implementasi Sekolah Toleransi, sikap-sikap nasionalisme dan kebangsaan itu akan diajarkan sebagai bagian dari budaya Pancasila yang harus dilakukan peserta didik. "Jadi kita akan buat tagline per hari seperti itu, menjadi bagian dari upaya kita," ucap Dedi Supandi.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto berharap, melalui Sekolah Toleransi, generasi muda memiliki sifat-sifat yang toleran, yakni menghargai sesama, mampu bekerja sama, dan menciptakan suatu kerukunan tanpa memandang suku, bangsa, dan agama.

"Sehingga, dari sekolah inilah kader-kader toleransi selalu muncul dan menjadi pioner di masyarakat. Tentu saja ini perlu kita tularkan di sekolah-sekolah lain karena memang toleransi ini menjadi satu kekuatan untuk menjaga persatuan dalam skala mikro, keluarga, masyarakat maupun di tataran bangsa dan negara Indonesia," kata Pangdam Jaya.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut