Intip Kegiatan Sehari-Hari Salmah Suci Penjual Nasi Uduk Cantik di Purwakarta
Sambil mengobrol Kang Dedi mengajak sejumlah petugas kebersihan dan pedagang yang melintas di depan warung untuk ikut makan. “Biasanya anak seusia ini gengsinya tinggi. Duit pingin tapi kerja gak mau. Tapi eneng hebat, gak gengsian,” ujar Kang Dedi memuji.
Kang Dedi bersedia mengendorse atau membranding warung nasi uduk milik Salmah Suci. Bukan urusan pedagangnya yang cantik, melainkan semangat muda Salmah yang membuat Kang Dedi mau membantu membesarkan usaha kedua orang tuanya.
“Besok-besok harus mulai ditambah (porsi dagangan) karena pasti rame, terus ini harus mulai ditata warungnya agar lebih menarik karena yang jualannya juga anak masa kini (generasi milenial),” tutur mantan Bupati Purwakarta dua periode ini.
Dalam satu hari, Salmah menjual nasi uduk tersebut sebanyak 10 liter. Satu porsi nasi uduk dijual seharga Rp10.000. Sehari Salmah mendapatkan upah dari ibunya sebesar Rp30.000 yang biasa digunakan untuk jajan.
“Aduh jangan jajan dong, mulai sekarang uangnya ditabung. Kalau mau jajan di warung mamah papah aja biar uangnya tetap muter di sini,” kata Kang Dedi.