Inovasi Teknologi untuk Pengelolaan Lingkungan Indonesia
Di sisi lain, dengan kemajuan inovasi teknologi, warga diharapkan tidak terjebak dengan demam “ketertinggalan” yang kerap menimpa masyarakat negara berkembang. Sikap inovatif, justru akan membuat kita menjadi kreatif (You et al., 2019).
Studi Osabutey et al. (2014) menunjukkan, negara yang tertinggal dapat melakukan lompatan di sektor ekonomi, ketika diberikan peran teknologi. Tentu saja, kemajuan teknologi yang dikembangkan harus berorientasi pada pola hemat energi dan ramah lingkungan.
Kita paham, kemajuan teknologi internet dan listrik belum sepenuhnya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sumber energi yang hemat dan ramah lingkungan. Masih didapati pula pertengkaran antara kalangan energi, ekonomi, dan lingkungan (Anda et al. 2020).
Pada sisi ini, kita memiliki peluang untuk “mengejar” ketertinggalan dengan terus melakukan inovasi teknologi berorientasi lingkungan, guna mengembangkan pembangunan berkelanjutan (Zhou et al. 2021).
Keberhasilan Desa Balung Anyar di Pasuruan Jawa Timur, yang sukses mengolah kotoran sapi menjadi sumber energi bagi masyarakat, bisa menjadi inspirasi sekaligus solusi untuk kita yang terus berinovasi (www.mongabay.co.id, 29/08/20).
TNI, khususnya Kodam III Siliwangi akan terus melakukan inovasi teknologi dengan tujuan pengelolaan lingkungan Indonesia berkelanjutan dan penguatan masyarakat.
Penting dari itu semua adalah keseimbangan hulu dan hilir, serta membebaskan inovasi dari segala tetek bengek yang merusak kemampuan berkreasi. Harus profesional.
Tanpa inovasi, kita tidak ada apa-apanya.
Editor: Agus Warsudi