Ini Strategi RSHS Bandung Antisipasi Pasien Omicron Melonjak Drastis
Skenario kedua, jika jumlah pasien 51-100 dengan kebutuhan ruang transit isolasi HCU kemuning, RIKK, Kemuning 1 dan 2. Kemuning 2 itu akan kita ubah jadi HCU Covid-19 dengan segala perlengkapan dan Kemuning 2, 3, 4, dan 5 akan digunakan sebagai ruang isolasi.
Skenario ketiga jika jumlah pasien 200-325 orang, RSHS menyiapkan ruang transit isolasi NICU 2, HCU Kemuning, RIKK, Kemuning 1 dan 2, ruang Asnawati, ULB HCU Covid-19 serta Kemuning 2, 3, 4, 5, dan Kenanga.
Skenario keempat, jika pasienn di atas 325 orang, ruang isolasi yang disiapkan selain NICU 2, HCU Kemuning, RIKK, Kemuning 1, 2, Asnawati, ULB HCU, Kemuningan 2, 3, 4, 5, ruang Kenanga.
RSHS juga melakukan menyiapkan strategi penunjang instalasi laboratorium klinik memiliki petugas swab di Gedung Kemuning. Kami siapkan 25 petugas swab yang melaksanakan PCR secara rutin kami lakukan dengan target 100 tes per hari. Kemudian membuka ruangan 24 jam untuk tes PCR 25 tes per hari antigen swab 150 tes per hari.
"Kami juga menyiapkan menyiapkan ruangan administrasi targetkan 250 hasil per hari. Untuk obat, oksigen, dan peti jenazah, kami siapkan stok untuk tiga bulan. Jika kurang akan ditambah," ujarnya.
Muhammad Kamaruzzaman menuturkan, saat ini, RSHS sudah punya oksigen konsetrator sejumlah 80 buah. RSHS juga hendak membangun oksigen generator yang bisa memproduksi oksigen Z memberikan rasa aman bila terjadi lonjakan kasus 325 orang per hari.