Ini Motif Samuel Pria Berkacamata Aniaya Dokter Gigi di Pascal 23 Bandung
Berdasarkan rekonstruksi yang digelar pada Kamis malam, kata Kasatreskrim, penyidik mendapatkan gambar peristiwa yang terjadi di klinik Pascal 23 Bandung. Penyidik mendalami melalui rekonstruksi dan mendapatkan 23 adegan. Ada beberapa kejadian (penganiayaan) di klinik dan depan ruko. Itu merupakan bentuk perlawanan dari korban ketika dipukul dan ditendang (oleh pelaku Samuel)," ujar Kasatreskrim.
Disinggung tentang pelaku Samuel mengaku tidak ada penusukan, Kompol Agta menuturkan, berdasarkan luka diderita korban, ada penusukan.
"Kabarnya pisau cuma dikeluarkan lalu dimasukkan kembali?" ujar wartawan.
"Setelah pelaku dipukul oleh korban, baru di situ terjadi penusukan. (Pisau) dikeluarin, (korban) ditendang. Kemudian membabi buta (melakukan) penusukan. Ada, keterangan dari penyidik yang melakukan rekonstruksi terjadi penusukan terhadap korban," tutur Kompol Agta.
"Pengakuan pelaku diserang duluan?" tanya wartawan lagi.
"Sesuai rekontruksi, penyidik tidak menemukan itu. Justru tersangka melakukan pemukulan dan menendang korban. Kalau kami lihat, mensrea-nya (niat jahat) justru yang bersangkutan (pelaku Samuel) menghampiri korban. Tujuan utamanya (melakukan penganiayaan) dari pihak pelaku (Samuel)," kata Kasatreskrim.
Selain pisau lipat, ujar Kompol Agta, pelaku Samuel membawa airsoft gun laras panjang. "Jadi seseorang yang sudah merencanakan itu (penganiayaan), membawa pisau lipat, terlihat niat dan mensreanya di situ," ujar Kompol Agta.
Sampai saat ini, tutur Kasatreskrim, pelaku masih berkilah. Karena itu, penyidik terus kami dalami termasuk motif. Karena beberapa kejadian juga yang sudah dilaporkan, sebelum peristiwa penganiayaan ini. "Kami cocokkan dan melakukan penyelidikan terhadap laporan-laporan itu," tutur Kasatreskrim.
Editor: Agus Warsudi