Ini Kronologi Kejadian Billboard Roboh di Jalan Wastukancana Bandung
"Ada dua korban, satu kena bagian ujung belakang motornya satu lagi kena bagian depan, korbannya masih sadar dan dibawa ke RSHS menggunakan angkot," ujar Agus.
Dua pengendara motor tertimpa papan reklame tersebut mengendarai motor Hoda Beat merah nopol D 3188 VDL dan motor Vario putih nopol D 2363 ABE. Informasi menyebutkan, korban mengalami patah tulang di kaki dan tangan.
Sebelum roboh, tutur Agus, reklame setinggi 10 meter itu terlihat goyang diterpa angin kencang. "Anginnya keceng banget. Dari kejauhan sudah kelihatan reklame itu goyang-goyang. Setelah saya lewat sekitar 10 meter, terdengar suara duuaarr! Saya langsung balik untuk melihat," tuturnya.
Jadi, kata Agus, papan reklame tidak langsung roboh, tapi pelan-pelan. Saat reklame tersebut roboh, kondisi lalu lintas cukup ramai. "Tadi jalanan lumayan ramai, untung pas anginnya kencang, banyak menepi," ucap Agus.
Saat ini, petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan TNI Polri telah mengevakuasi papan reklame atau billboard yang roboh di Jalan Wastukancana, Kota Bandung itu. Evakuasi dilakukan dengan cara memotong batang besi menjadi beberapa bagian menggunakan alat las.
Selama proses evakuasi, Jalan Wastu kencana ditutup sementara oleh petugas Polrestabes Bandung dan Polsek Sumurbandung. "Guna mempersingkat waktu, kami potong-potong billboard menjadi beberapa bagian menggunakan alat las. Jadi, tadi setelah dipotong bisa dievakuasi," kata anggota Tim Rescue Diskar PB Kota Bandung Rizki.
Untuk mengangkat tiang billboard yang berukuran besar itu, ujar Rizki, petugas menurunkan crane atau alat berat untuk mengangkat bagian tiang reklame. "Ini baja, kami potong beberapa meter kemudian sebentar lagi angka pakai crane rescue pemadam," ujarnya.
Editor: Agus Warsudi