Ini Kronologi ABK KM Krapu Lodi sampai Telantar di Indramayu, Direkrut via Facebook
Namun, sesampainya di Indramayu, para ABK di tempatkan di penampungan penyalur. Selama di penampungan dimintai biaya tempat tinggal sebesar Rp100.000 per minggu.
"ABK pernah menanyakan kejelasan kenapa dipulangkan ke Indramayu ke pengurus. Namun jawaban selalu dilempar ke pihak lain (dari pengurus disuruh bertanya ke kantor Muara Angke, dari kantor Muara Angke di suruh bertanya ke pengurus, dan begitu seterusnya)," ujar Rudibilah.
Menurut Rudibilah, ABK sebenarnya masih sempat diajak untuk berlayar oleh Kapten Kapal Muhammad, namun dengan syarat seluruh hasil tangkapan diberikan kepada kapten kapal dengan alasan bahwa identitas ABK masih ditahan.
Pada Kamis 24 Desember 2020, para ABK yang telantar itu meminta kartu identitas masing-masing dan pindah dari penampungan ke rumah kru kapal bernama Sanuri di Dusun Karang Baru, Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Indramayu.
Kemudian, pada Jumat 25 Desember 2020 dijemput oleh UPT BP2MI Bandung untuk kemudian di tempatkan di Shelter Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Pos Pelayanan Penempatan dan Perkandungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Cirebon.
Tiga anak ABK KM Krapu Lodi asal Medan, Sumatera Utara, dan Aceh, segera pulang ke kampung halaman. "Alhamdulillah, terkait ABK yang telantar di Indramayu sudah ada titik terang. Untuk proses pemulangan ketiga ABK tersebut menunggu hasil penelusuran kasus. Jadi, untuk sementara mereka sudah aman," kata Rudibilah.
Editor: Agus Warsudi