Ini Kata Kadisperkim Jabar soal Kanopi Shelter PKL Alun-alun Sangkala Buana Ambruk
Terkait nilai dari objek yang ambruk tersebut, kata Boy, diperkirakan nilainya Rp30 juta-Rp40 juta. "Karena atap utamanya tidak berubah, berdiri di struktur yang utama, nah, kalau perintisan (kanopi) itu hanya menggantung pada kolom-kolom di sana, tim saya sedang mengkaji itu," ucap Boy Iman Nugraha.
Sebelumnya, terkait peristiwa kanopi shelter PKL di Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan yang ambruk, Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar menerjunkan Polsek Lemahwungkuk dan Satreskrim Polres Cirebon Kota untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait penyebab kejadian tersebut.
"Kami akan cari saksi untuk mengungkap faktor penyebab ambruknya kanopi shelter itu. Kalau tidak ada tindak pidana, shelter PKL Alun-alun Sangkal Buana akan kami buka kembali," kata Kapolres Cirebon.
AKBP M Fahri Siregar menyatakan, penutupan lokasi dengan police line tersebut merupakan langkah pencegahan dari Polres Ciko agar tidak terjadinya korban jiwa kembali. Hal itu juga ditegaskan merupakan bagian tindakan dari kepolisian atas kejadian yang terjadi.
Diketahui, Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan Cirebon diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Jumat (4/2/2022). Ridwan Kamil mengatakan, alun-alun ini dipugar, berawal dari perbincangan dengan Sultan Sepuh XIV Pangeran raja Adipati Arief Natadiningrat.
"Dulu, Sultan Arief mengingatkan dan membimbing saya tentang sejarah ini. Saya sangat-sangat mencintai sejarah juga karena nasihat Bung Karno neverending story jangan sekali-kali meninggalkan sejarah," kata Ridwan Kamil.
Editor: Agus Warsudi