Ini Cerita di Balik Nenek Erum yang Tewas Dalam Sumur di Tasikmalaya
Tak lama kemudian, polisi dari Polsek Manonjaya dan tim search and rescue (SAR) dari Pos SAR Tasikmalaya tiba di lokasi kejadian. Selain tim SAR dari Pos SAR Tasikmalaya, evakuasi jasad korban melibatkan personel Koramil Manonjaya, Polsek Manonjaya, dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya.
Tim SAR Tasikmalaya cukup kesulitan saat hendak mengevakuasi jasad nenek malang itu. Pasalnya, diameter sumur cukup sempit, hanya 70 sentimeter. Sementara, berkedalam 16 meter.
Tim SAR harus menggunakan peralatan tabung oksigen karena khawatir sumur mengeluarkan gas beracun. Isak tangis keluarga korban langsung pecah saat jenazah berhasil dievakuasi petugas.
"Setelah 25 menit melakukan evakuasi, akhirnya jasad korban dapat dievakuasi. Tadinya kami cukup kesulitan dengan diameter sumur yang cukup kecil," kata Komandan Tim Rescue Tasikmalaya Ryan Fauza, Jumat (11/6/2021).
Setelah berhasil dievakuasi dari dasar sumur, jasad korban nenek Erum dibawa ke rumah duka. Tangisan keluarga korban langsung pecah. "Seusai dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), aparat kepolisian memastikan korban meninggal bukan karena tindak kriminalitas. dugaan awal, korban tewas karena kecelakaan akibat jatuh ke dalam sumur saat mencari kayu bakar," kata Kasatreskrim Polresta Tasikmalaya AKP Septiawan Adi Prihartono.
Sementara itu proses evakuasi jasad korban menjadi tontonan warga. Mereka yang penasaran berkerumun di sekitar lokasi kejadian. Seuusai dievakuasi dari TKP, jasad nenek Erum langsung dibawa ke rumah duka untuk segera dimandikan dan dimakamkan.