I Nyoman Nuarta Tak Terima Desain Istana Ibu Kota Negara Baru Disebut Plagiat
BANDUNG BARAT, iNews.id - Seniman pemenang sayembara desain istana Ibu Kota Negara (IKN) baru, I Nyoman Nuarta tidak terima hasil karyanya disebut sebagai sebuah plagiat. Dia membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa desain istana IKN yang mengambil bentuk burung Garuda adalah murni dari ide gagasan dan intuisinya sebagai seorang seniman.
"Saya tidak terima kalau hasil karya istana IKN baru disebut sebagai plagiat. Itu sangat keterlaluan dan merendahkan. Kalau plagiat, coba buktikan dari mananya, tunjukkan kepada saya karya yang serupa," ucapnya saat ditemui di kawasan NuArt Sculpture Park, Selasa (1/6/2021).
Menurutnya, desain Garuda atau Burung Elang dan Rajawali bukan barang baru dan di semua dunia kemungkinan ada. Namun tidak bisa digeneralisasi bahwa ketika desain Garuda ada di Amerika diangap bahwa dirinya telah meniru.
Selama ini pun dirinya sudah banyak menghasilkan karya dengan ide dasar Burung Garuda. Seperti ada resort hotel di Batam, bandara udara Hang Nadim Batam, bandara terminal tiga Jakarta, dan tentu saja GWK di Bali dengan berat 3.000 ton lebar 65 meter yang menjadi patung paling besar dengan tembaga di dunia.
"Garuda ada dimana mana, tapi kan gayanya beda-beda termasuk karya saya juga, meski banyak yang terilhami dari Burung Garuda tapi bentuknya tidak sama," kata seniman dari Tabanan, Bali, kelahiran 14 November 1951 ini.