Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sejarah Asal Usul Kota Bandung, Berawal dari Terbendungnya Sungai Citarum
Advertisement . Scroll to see content

Hujan Deras Picu Sungai Citarum Meluap, Permukiman Warga Dayeuhkolot Bandung Kebanjiran

Senin, 14 Maret 2022 - 09:53:00 WIB
Hujan Deras Picu Sungai Citarum Meluap, Permukiman Warga Dayeuhkolot Bandung Kebanjiran
Warga Dayeuhkolot menggunakan perahu untuk beraktivitas. Banjir merendam permukiman dan jalan raya akibat Sungai Citarum meluap. (FOTO: iNews/ERICK FACHRIZAL)
Advertisement . Scroll to see content

Epul, warga Dayeuhkolot berharap pemerintah segera menangani permasalahan banjir yang setiap tahun melanda Dayeuhkolot, Baleendah, dan sekitarnya. "Ketika hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama banjir luapan Sungai Citarum pasti merendam pemukiman warga," kata Epul.

Diketahui, Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang merupakan kawasan paling rendah di cekungan Bandung. Tiga kecamatan ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang kerap meluap saat musim hujan tiba. 

Namun, sejak dibangun Terowongan Nanjung, banjir di lima kecamatan itu cepat surut dalam dua hingga tigas hari. Sebelum Terowongan Nanjung dibangun, banjir akibat luapan Sungai Citarum bisa merendam permukiman warga di lima kecamatan itu cukup lama, berlangsung satu hingga dua pekan bahkan satu bulan. 

Selain Terowongan Nanjung, pemerintah juga telah membangun danau retensi di kawasan Cieunteung, Dayeuhkolot dan sodetan Citanduy. Tiga upaya itu, Terowongan Nanjung, danau retensi Cieunteung, dan sodetan Citanduy, dilakukan agar saat Sungai Citarum meluap, dampaknya tak terlalu parah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut