PURWAKARTA, iNews.id - Hujan batu besar yang berasal dari tebing di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), merusak tujuh rumah warga dan sebuah sekolah madrasah. Penyebabnya diduga karena kelalaian pihak penambang batu di atas tebing.
Polisi telah memeriksa tiga orang saksi akibat insiden tersebut. Dari keterangan sementara, diduga ada kesalahan SOP pihak perusahaan penambang batu, yakni dengan melakukan blasting atau meledakkan batu di puncak tebing.
Bom Meledak di Lokasi Tambang Batu, 1 Pekerja Tewas
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian mengatakan, dalam olah TKP memang ada dugaan pihak penambang batu melakukan blasting. Karena itu, terjadi hujan batu yang mengakibatkan banyak rumah warga dan sebuah sekolah rusak.
"Dari tujuh rumah, dua di antaranya mengalami rusak berat dan nyaris rata dengan tanah," kata Handreas kepada wartawan di Mapolres Purwakarta, Jabar, Rabu (9/10/2019).
Tambang Batu Ambrol, Rumah dan Peralatan Tambang Hancur
Saat ini petugas sudah memeriksa tiga orang saksi dari PT Mandiri Sejahtera Sentra, perusahaan penambang di Gunung Miun, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta. Mereka yakni, juru ledak dan petugas bagian operasional.