Heboh soal Dugaan Vaksin Palsu di Medos, Ini Kata Bupati Karawang Cellica
"Soal ini kita serahkan kepada ahlinya untuk memeriksa. Ini kita lakukan untuk mencari kebenaran," ujarnya.
Cellica mengungkapkan, kasus ini bermula ketika 3 orang wanita yang bekerja disalah satu toko bangunan melakukan vaksin di Puskesmas Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur. Salah seorang yang divaksin yaitu Tari membuat video saat divaksin. Kemudian video tersebut masuk media sosial dan menimbulkan kehebohan.
Pasalnya, dalam video itu tidak nampak petugas medis menekan flunger meski jarum suntik sudah masuk. "Ini yang menimbulkan bermacam opini di masyarakat. Ada yang bilang vaksinnya bohong atau palsu," tuturnya.
Sementara itu, vaksinator Puskesmas Wadas, Maola Nurulshinta (53) merasa yakin jika dirinya menyuntikkan vaksin sesuai dengan prosedur.
Maola mengaku, saat menyuntikan dia menggunakan tehnik menekan dengan bagian bawah telapak tangan.
"Saya tarik dagingnya, lalu suntik. Kemudian kita tekan dengan telapak tangan. Saya yakin itu sudah sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Bukan baru kali ini saya menyuntik vaksin, tapi sudah 8.000 orang," ujarnya.
Editor: Asep Supiandi