Hasil Pengundian Nomor Urut Pilwalkot Bandung, Ini Kata Para Kandidat
BANDUNG, iNews.id – Para kandidat Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung periode 2018-2023 menatap optimistis pascapenetapan nomor urut calon. Mereka masing-masing menilai positif dan tidak ada yang mempermasalahkan soal hasil pengundian tersebut.
Bagi pasangan Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat (Nuruli), mendapat nomor urut satu merupakan sebuah berkah. Selain karena dia (Nurul) satu-satunya calon wali kota perempuan dan satu-satunya yang mengenakan hijab, nomor urut itu lebih mudah dikenal masyarakat dan dipilih. Nuruli juga menilai nomor urut yang mereka sandang sangat menguntungkan, sekaligus menjadi tanggung jawab untuk melaksanakan prioritas, serta melanjutkan pembangunan Kota Bandung.
“Tdak ada nomor lain sebelum angka satu, jadi memang artinya yang utama. Di situ kami bicara tentang fokus, integritas, dan keutamaan. Jelas angka satu ini menyimpan tanggung jawab besar agar kami bisa jadi yang utama. Hasil nomor urut ini sesuai dengan prinsip kami dalam bekerja keras. Karena filosofi angka satu itu menyangkut kerja keras, prioritas, dan fokus," kata Nurul Arifin, seusai pengundian di GOR Pajajaran, Selasa(13/2/2018).
Sementara paslon Yossi Irianto-Aries Supriatna (HebRing) yang mendapat nomor urut dua mengungkapkan, tidak mempermasalahkan nomor berapa pun yang mereka dapatkan. Mereka menilai, nomor urut hanya untuk memudahkan masyarakat, baik pemilih muda, dewasa, maupun dan orang tua, dalam menentukan (mencoblos) pemimpin baru Kota Bandung untuk lima tahun mendatang.
"Tidak masalah dengan nomor urut. Mau itu nomor satu, dua ataupun tiga. Semuanya saya rasa baik," kata Yossi. Namun dia mengingatkan bunyi sila kedua pancasila ‘Kesejahteraan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’. Kesejahteraan itu juga yang akan mereka perjuangkan bagi warga Kota Bandung.