Haru, Pemakaman Kakak Beradik Korban Longsor Cihaurbeuti Ciamis Diwarnai Isak Tangis
Tiba-tiba, tebing setinggi 8 meter di belakang rumah korban longsor. Meterial tanah menerjang rumah milik pasangan suami istri Wawan dan Santi. Nahas, korban Dea yang tidur di dalam kamar, tertimbun.
Endang, ketua RT mengatakan, korban Dini yang terbangun saat longsor terjadi, berusaha menyelamatkan adiknya. Namun nahas, Dini pun ikut tertimbun longsor.
Tubuh kedua korban tertimpa lemari dan tertimbun tanah. Sebenarnya Dini sempat menyelamatkan diri bersama kedua orang tuanya, Wawan dan Santi. Tetapi, Dini bersikeras menyelamatkan adinya dan nekat masuk ke rumah. Tiba-tiba longsor susulan terjadi.
Akibatnya Dini pun ikut terkubur longsoran material tanah dari tebing setinggi 8 meter yang berada di belakang rumahnya itu. Warga mendapati kedua korban tertimpat lemari dan tertimbun tanah di dalam kamar.
"Dini sempat menyelamatkan diri bersama orang tuanya keluar rumah. Namun, dia kembali masuk ke kamar untuk menyelamatkan adiknya. Akibatnya, longsor mengubur kakak beradik itu," kata Endang.
Endang menyatakan, tebing setinggi delapan meter longsor dan material tanah menerjang rumah korban yang berada di bawahnya. "Material tanah dan pepohonan menghantam dinding hingga roboh. Korban yang berada di dalam rumah tertimbun dinding dan material tanah," ujar Endang.
Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi Wawan dan Santi. Sang ibu tak kuasa menahan kesedihan mendapati kedua anak kesayanganya terbujur kaku. Dia terus menangis hingga nyaris saat pelayat berdatangan mengucapkan bela sungkawa.
Editor: Agus Warsudi