Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masih Nihil, Ini Pesan Haru Ridwan Kamil saat Pencarian Eril di Sungai Aare Hari ke-5
Advertisement . Scroll to see content

Hari Ke-7, Polisi Maritim Bern Libatkan Komunitas dalam Pencarian Anak Sulung Ridwan Kamil

Rabu, 01 Juni 2022 - 13:40:00 WIB
Hari Ke-7, Polisi Maritim Bern Libatkan Komunitas dalam Pencarian Anak Sulung Ridwan Kamil
Ridwan Kamil dan Atalia Praratya berbincang dengan Polisi Maritim Bern terkait operasi pencarian putra mereka, Emmeril Kahn Mumtadz di Sungai Aaree. (FOTO: KBRI Bern)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Kepolisian Maritim Bern mengintensifkan pencarian Emmeril Kahn Mumtadz, putra sulung Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang hilang terbawa arus Sungai Aaree, Kota Bern, Swiss. Pada hari ketujuh ini, Rabu (1/6/2022), tim SAR melibatkan komunitas untuk ikut melakukan pencarian.

“Dalam keterangannya saat bertemu orang tua saudara Eril (Ridwan Kamil dan Atalia Praratya) di salah satu boat house atau rumah kapal di wilayah Wohlensee, Polisi Maritim Bern juga memastikan bahwa berbagai komunitas di sepanjang bantaran sungai Aare telah terinformasikan dengan baik,” isi keterangan tertulis KBRI Bern, Rabu (1/6/2022).

Menurut keterangan tersebut, Kepolisian Maritim juga menjalankan langkah-langkah untuk memperluas keterlibatan unsur masyarakat dalam upaya pencarian. Seperti klub pendayung, pemancing, dan komunitas berkebun.

Hingga Selasa (31/5/2022) pukul 19.00 waktu setempa, atau hari keenam sejak Emmeril dinyatakan hilang, pencarian masih terfokus di area di antara dua pintu air serta patroli intensif di wilayah setelah pintu air kedua Sungai Aaree.
 
Menurut perkiraan, kondisi cuaca di Kota Bern pada beberapa hari ke depan akan hujan dengan badai di area pegunungan. Cuaca seperti itu akan sangat memengaruhi kondisi air Sungai Aaree.

“Polisi Maritim Bern akan melanjutkan pencarian intensif besok hari dengan metode yang sama dengan sebelumnya, yaitu patroli darat, perahu, dan drone. Keputusan menggunakan penyelam sangat situasional karena kondisi alam yang tidak menentu,” ujar KBRI.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut