Harga Kedelai Melejit, Perajin Tempe Cimahi Berusaha Tak Mogok Produksi
"Tapi kita gak akan menaikkan harga karena di pasar juga daya beli masyarakat telah menurun. Kita lihat saja di setiap pasar sekarang sudah mulai sepi," ujar Kusnadi.
Tingginya harga kedelai memaksa Kusnanto mengurangi jumlah produksi. Jika sebelum normal, dalam sehari ia bisa menghabiskan 6 kuintal kedelai untuk diproduksi menjadi tempe. Namun setelah harganya mengalami kenaikan, menurun jadi 4 kuintal per hari.
"Jelas ke omzet juga berpengaruh menurun sekitar 50 persen, jadi harus ada solusi terbaik dari pemerintah, kalau gak sama pemerintah ke siapa lagi," ucap dia.
Namun meski harga kedelai sedang naik, Kusnanto tidak akan melakukan mogok produksi. Karena menurutnya hal tidak akan membuat harga kedelai menjadi turun, sebab aksi itu hanya sebatas gebrakan saja dari para perajin tempe maupun tahu.
Solusi terbaiknya menurutnya pemerintah harus turun tangan langsung mengatasi permasalahan yang selalu terjadi setiap tahun.
"Kalau mogok produksi saya kira enggak bermanfaat ya, ibaratnya itu hanya syok terapi saja. Kalau bisa pemerintah harus turun tangan untuk mengendalikan harga kedelai ini," ucap dia.
Editor: Asep Supiandi