Hampir Punah, Rumah Adat Rangken Khas Indramayu Tinggal 2 yang Tersisa
Menurut salah seorang warga di Blok Bonjot Desa Totoran, Masiyem (65) menyampaikan, di blok tempat tinggalnya bahkan hanya tersisa dua unit Rumah Rangken saja, karena sudah banyak yang dibedah.
"Banyak dahulunya di sini, semuanya Rumah Rangken, tapi sekarang banyak yang dibedah rumahnya. Kalau nyaman memang nyaman tinggal di Rumah Rangken, adem kalau lagi siang. Mungkin yang masih asli itu tinggal dua, yang ini ditinggali Saniah dan yang sebelah sana ditinggali Kadinah," ujar dia yang sekaligus tetangga Saniah saat menunjukkan Rumah Rangken kepada MNC Portal, Minggu (13/2/2022).
Alasan Rumah Rangken itu dibedah, kata Masiyem, karena tidak tahan cuaca, atap rumah tersebut sering bocor, terutama saat musim hujan. Mereka mesti rutin menganti atap rumah dengan rangken baru, kekuatan dari rangken ini menurutnya hanya mampu bertahan sekitar 1 tahun.
Sementara, Warga lainnya, Dasminih (50) mengungkapkan, Rumah Rangken yang masih tersisa salah satunya ditinggali oleh anaknya, Kardinah. Sudah sekitar dua tahun anaknya menempati Rumah Rangken tersebut, akan tetapi satu bulan terakhir, anaknya itu mengungsi ke rumah mertuanya, karena rumah Rangken yang ditinggali anaknya itu sekarang sudah waktunya diganti atap.
"Tapi anak saya lagi tidak punya uang, jadi pindah dulu ke rumah mertuanya, barang-barang juga dibawa," ujar Dia.