Gunung Tangkuban Parahu 2 Kali Gempa Embusan, Status Masih Level I
"Peningkatan ini dapat terjadi karena perubahan (akumulasi) tekanan di kedalaman dangkal akibat peningkatan jumlah curah hujan yang turun pada bulan ini, sementara itu indikasi akumulasi tekanan dari magma dalam yang belum teramati," katanya.
Sementara dari hasil pemantauan deformasi dengan peralatan tiltmeter maupun electronic distance measurement (EDM), belum menunjukkan adanya pola penambahan tekanan yang signifikan dari bawah permukaan terhadap respons penggembungan pada tubuh Gunung Tangkuban Parahu.
Meski begitu, pihaknya mengingatkan untuk tetap mewaspadai potensi bahaya berupa erupsi freatik. Yaitu erupsi yang terjadi tanpa ada peningkatan gejala vulkanis yang jelas atau signifikan.
"Erupsi freatik jika terjadi dapat disertai hujan abu dan lontaran material di sekitar kawah," ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi secara visual dan instrumental, tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih pada Level I Normal.