Golkar Panen Dukungan Pesantren, Ulama Sukabumi Doakan Airlangga Presiden 2024
Cara santri dan pondok pesantren untuk bisa terlibat dalam mengelola bangsa, ujar Kang Ace, harus memiliki ilmu pengetahuan, berwawasan global, dan jangan menjauh dari politik. “Karena dengan politik kita bisa mengelola kehidupan bernegara. Kita bisa menciptakan kesejahteraan dan kemaslahatan bangsa,” ujar Kang Ace.
Tujuan berpolitik bagi santri, tutur Kang Ace, adalah mendapatkan maslahat sesuai kaidah ‘tashorruf al-Imam ala ar-ra’iyah manuthun bi al-maslahah, artinya kebijakan pemerintah atas rakyat harus didasarkan pada prinsip kemaslahatan.
Saat berkunjung ke Pesantren Azzainiyyah Kang Ace juga didampingi anggota Fraksi Golkar DPRRI dapil Sukabumi Dewi Asmara, Wakil Ketua Harian DPD Partai Golkar Daniel Muttaqien serta pengurus lain, sempat meninjau lingkungan pesantren yang dikenal dengan pengajian tariqat dan alhikam itu.
Ponpes ini didirikan oleh KH Zezen Zainal Abidin Zayadi Bazul Asyhab (Alm) pada 4 Febuari 1978 di Kampung Nagrog, Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Kemudian, Ponpes Azzainiyyah dilanjutkan oleh putranya, KH Aang Abdullah Zein. Kini, Ponpes Azzainiyyah memiliki ratusan santri dan santriwati salafi, selain siswa sekolah formal.
Pesantren Azzainiyyah berdiri di atas lahan seluar 7 hektare. Azzainiyyah rutin mengadakan pengajian bulanan yang biasanya diikuti oleh lebih dari 5.000 mustami yang merupakan Jemaah Toriqoh tetap dari berbagai daerah.