Gempa M5,6 Guncang Samudra Hindia, Ini Penjelasan Badan Geologi
BANDUNG, iNews.id - Badan Geologi menjelaskan kejadian gempa bumi magnitudo 5,6 pada kedalaman 18 km di Samudra Hindia, Kamis (19/10/2023). Lokasi gempa berjarak sekitar 115,5 km barat daya kota Garut dan 143,8 km tenggara, Kabuaten Cianjur.
Plt Kepala Badan Geologi M. Wafid mengatakan, lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan wilayah pantai Jawa Barat bagian selatan. Morfologi wilayah tersebut pada umumnya berupa dataran pantai yang dibatasi pada bagian utara dengan morfologi perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal.
Wilayah pada morfologi pantai tersebut pada umumnya tersusun oleh tanah lunak (kelas E) hingga tanah sedang (kelas D) dan pada bagian utara tersusun oleh tanah keras (kelas C).
Wilayah ini secara umum tersusun oleh batuan berumur Tersier (berupa batuan sedimen dan rombakan gunung api) dan endapan Kuarter berupa aluvial pantai, aluvial sungai dan batuan rombakan gunung api muda (breksi gunung api, lava, tuff).
"Sebagian batuan berumur Tersier dan batuan rombakan gunung api muda tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi," kata dia.