Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gelombang PHK Menerjang Startup Indonesia, Ini Tanggapan Menkop UKM
Advertisement . Scroll to see content

Gelombang PHK, Pakar Hukum IT Unpad Sebut Kinerja Startup Indonesia Tidak Turun

Selasa, 20 Desember 2022 - 21:09:00 WIB
Gelombang PHK, Pakar Hukum IT Unpad Sebut Kinerja Startup Indonesia Tidak Turun
Pakar Hukum IT Unpad menyebut kinerja startup Indonesia tidak melemah di tengah gelombang PHK yang terjadi. (FOTO: ILUSTRASI/ISTIMEWA)
Advertisement . Scroll to see content

Situasi dan kondisi mutakhir memang membuka ruang luas bagi produk digital termasuk dari PT Telkom. Dengan angka penetrasi internet Asia Tenggara diperkirakan sudah mencapai 75 persen dari populasi kurang lebih 655 juta jiwa pada 2021 lalu.

"Riset Google menyebut 7 dari 10 pengguna baru internet di kawasan ini juga bakal terus bertransaksi melalui internet, apalagi setelah pandemi usai," ucap Danrivanto Budhijanto.

Di sisi lain, sepanjang 2021, terdapat empat unicorn baru, yakni J&T Express, OnlinePajak, Ajaib, dan Xendit. Karenanya, Indonesia tercatat memiliki delapan unicorn, ditambah Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan OVO. Unicorn merupakan sebutan bagi startup dengan valuasi di atas US$ 1 miliar.

Sementara itu, Dimitri Mahayana, Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB mengatakan, sekalipun peluang produk digital sangat luas, PT Telkom tetap harus fokus memberikan layanan dasar, yakni, telekomunikasi, dengan sebaik-baiknya. 

“Saya pribadi cenderung strategi Telkom adalah makin fokus kepada layanan dasar mereka sambil tetap touch in pada produk digital. Jangan tidak fokus layanan inti lalu shifting seluruhnya kepada layanan digital karena strategi ini sangat berisiko,” kata Dimitri Mahayana. 

Mengacu penelahaan dan pengalaman pribadi, ujara Dimitri Mahayana, produk digital yang sukses, lahir dari perusahaan privat (swasta) yang luwes, lincah, dan oportunis dalam menangkap pasar. 

Sementara BUMN sebagai perusahaan negara tidak bisa seadaptif itu, sehingga diperlukan metode seimbang di dalamnya. Yakni, menjadi perusahaan negara yang taat aturan tapi sekaligus lincah bergerak.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut