Gegara Warga Tak Ramah Lingkungan, Anggaran Negara Terkuras untuk Urus Air
BANDUNG, iNews.id - Gegara ulah manusia, anggaran negara banyak terkuras untuk mengurus air. Padahal, diperlukan kepedulian warga terhadap air agar memberi dampak positif bagi kehidupan.
Kepala Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik, mengatakan, berbagai permasalahan terkait air yang terjadi sekarang ini tidak terlepas dari sikap manusia yang kurang menghargai air. Dikky menilai, keberadaan air sering kurang dihargai sehingga menimbulkan daya rusak selain manfaat yang diambil.
Ini terlihat dari masih banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan sehingga mengotori sungai, melakukan alih fungsi dan penebangan hutan sehingga berkurangnya lahan serapan air, serta tidak menyiapkan penampungan di saat hujan.
"Bencana yang kerap menimbulkan korban jiwa akibat kurang baiknya perlakuan manusia terhadap air. Banjir, longsor. Kita sendiri yang merusaknya," kata dia pada Peringatan Hari Air Dunia 2021 tingkat Provinsi Jawa Barat oleh Dinas Sumber Daya Air dalam siaran persnya, Minggu (21/3/2021).
Bahkan, menurutnya tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi persoalan air, selain tentunya kerugian materi akibat bencana yang terjadi. "Sehingga beban biaya habis ke situ, yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal lain terkait pembangunan," kata dia.