Gegara Sering Tak Pakai Baju, Ustaz Encep Diisukan Jadi Waliyullah di Sukabumi
“Setelah kejadian itu, malam Jumatnya datang dari pihak Ustaz Encep, namanya Hamdin, Ketua GP Anshor Kecamatan Surade untuk mengklarifikasi,” katanya.
Lebih lanjut Arif mengatakan bahwa Hamdin selama 5 bulan tinggal di sana bersama Ustaz Encep tidak pernah mengakui dirinya jadi wali. Kebiasaan yang sekarang tidak memakai baju tersebut adalah perintah mursyidnya (gurunya) yang dari Kota Malang dalam memperlajari ilmu Tarekat Naqsabandiyah.
“Hasil klarifikasi bersama Hamdin, saya mengucapkan terima kasih dan syukur Alhamdulillah, dan tolong sampaikan minta maaf atas saya kekeliruan ke Ustaz Encep,” katanya.
Meskipun kasus tersebut sudah diklarifikasi, tuntutan hukumnya tetap dilanjutkan. “Kasusnya sejauh ini saya sudah sebagai terlapor di Polres, dijadwalkan saya dimintai keterangan pada Senin (4/10/2021) besok jam 10.00 WIB. Cuma hari ini saya masih menunggu hasil diskusi para lawyer-lawyer saya. Jadi bagaimana keputusannya, apakah mau langsung besok dipenuhi panggilan dari Polres, apakah mau mediasi secara kekeluargaan dahulu, kalo klarifikasi saya sudah cukup banyak, di media maupun di WAG,” tuturnya.
Arif juga mengatakan bahwa dalam kasus ini ada yang mendorong untuk melaporkan kasus ini dari pihak ketiga.
“Bagaimana ini jika sampai ke pengadilan, apakah mau perang advokat keluarga besar saya. Saya ini, adik saya KH Asep Tajudin, pemimpin pesantren Darul Ihsan. Saya itu malu, kenapa mau buru-buru mau mediasi, mau sowan, mau cium tangan, mau sujud, menyerahkan diri ke Kang Haji Empah (ayahnya Ustaz Encep), saya itu bukan sekadar family, tapi keluarga dekat yang masih satu turunan keluarga,” ujarnya.
Editor: Asep Supiandi