Fenomena Crazy Rich, Dedi Mulyadi: Menumbalkan Orang yang Berharap Kaya
“Jadi kalau zaman dulu orang muja ke gunung nanti ada yang dikorbankan, orang ditumbalkan katanya dimakan genderuwo, dimakan buta ijo. Nanti yang menumbalkannya jadi kaya. Sekarang itu sama, muja. Muja di dunia maya, yang dikorbankannya (ditumbalkan) para follower, warganet,” ujarnya.
Selain itu, Kang Dedi juga menyoroti fenomena orang Indonesia memandang tinggi dan menyukai kehidupan ‘crazy rich’. Bahkan terkadang para pesohor ikut menjadi bagian mempromosikan kehidupan para 'sultan' dadakan itu.
Untuk menjadi populer di Indonesia, tutur mantan Bupati Purwakarta dua periode ini, sangatlah mudah. Orang tinggal terlihat kaya kemudian berhubungan dengan sejumlah orang ternama.
“Lalu mereka keluarin sumbangan lalu dipuja puji. Padahal, di balik sumbangan yang dikeluarkan duitnya hasil meres. Meres orang-orang yang punya harapan (untuk kaya),” tuturnya dalam rilis yang diterim iNews.id, Senin (14/3/2022).
Karena itu, kata Kang Dedi, yang paling utama untuk diingat adalah kita hidup di dunia nyata, bukan maya atau digital. Sehingga, segala sesuatu di dunia nyata membutuhkan proses, tidak ada yang instan.