Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erick Thohir Minta Bio Farma Tingkatkan Produksi Vaksin Covid-19 Hingga 40 Juta Dosis per Bulan
Advertisement . Scroll to see content

Erick Thohir Dukung Bio Farma Tingkatkan Produksi Vaksin 24 Juta Dosis per Bulan

Sabtu, 10 Juli 2021 - 20:24:00 WIB
Erick Thohir Dukung Bio Farma Tingkatkan Produksi Vaksin 24 Juta Dosis per Bulan
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) saat meninjau kesepan PT Bio Farma meningkatkan produksi dua kali lipat per bulan. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

"Dari data terakhir, kita sudah menerima 105,5 juta bahan baku vaksin atau setara dengan 85 juta dosis vaksin jadi dan 14,2 juta vaksin jadi. Dari jumlah tersebut, saya mengecek ke Bio Farma, berapa yang sudah distribusikan ke seluruh Indonesia. Di tengah situasi pandemi yang meningkat ini, saya support (mendukung) agar produksinya ditingkatkan semaksimal mungkin agar penyebaran vaksin lebih cepat, terutama untuk provinsi yang berstatus zona merah," kata Menteri Erick Thohir.

Berdasar data yang terpampang pada dashboard distribusi Bio Farma, dari target pengiriman 73.730.600 dosis, yang sudah terkirim mencapai 68.797.200 dosis ke seluruh Indonesia melalui 883 delivery order (DO). 

Hanya 6 persen alokasi yang masih dalam proses. Khusus di tiga provinsi di Pulau Jawa yang belakangan terjadi peningkatan jumlah pasien positif Covid-19, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, jumlah vaksin yang dikirim sudah melebihi alokasi.

"Oleh karenanya, demi membanjiri provinsi yang masih berstatus zona merah, saya meminta Bio Farma agar terjadi percepatan pula dalam distribusi. Vaksinasi masih menjadi satu-satunya penangkal utama di tengah pandemi ini. Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN akan terus mengupayakan percepatan dan ketersediaan segala hal yang dibutuhkan masyarakat saat PPKM Darurat. Salah satunya menyediakan obat-obatan terapi penyembuhan Covid-19 di Apotek Kimia Farma," ujar Menteri BUMN.

Sejak PPKM Darurat diberlakukan pada 2 Juli lalu, Kementerian BUMN mengambil langkah antisipatif dengan mengecek operasional perusahaan-perusahaan BUMN yang dekat dengan kebutuhan rakyat. 

Mulai dari ketersediaan ivermectin sebagai obat terapi Covid-19, kelancaran pasokan listrik, persediaan oksigen bagi rumah sakit dan puskesmas, hingga proses akhir vaksin terus diinspeksi Menteri Erick Thohir agar di tengah keprihatinan ini pelayanan masyarakat tidak terhenti.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut