El Nino Sebabkan Suhu Udara di Bandung Raya Lebih Panas dan Kering dari Biasanya
"Perlu dipahami, bahwa musim kemarau tidak berarti hujan akan tidak terjadi sama sekali, tapi tetap terjadi namun dengan frekuensi dan intensitas jauh lebih kecil dibandingkan dengan musim hujan dan masa peralihan," ujar Ayu, sapaan akrab.
Sebagai referensi, pada puncak musim hujan Kota Bandung pada Juli dan Agustus, nilai curah hujan klimatologisnya 73 mm dan 54 mm berturut-turut. Hal ini membuktikan hujan tetap terjadi bahkan pada puncak musim kemarau sekali pun.
Berdasarkan beberapa jurnal ilmiah internasional yang dibuat oleh pakar-pakar di BMKG, diketahui bahwa dampak El Nino terhadap musim kemarau di Indonesia secara garis besar ada dua (2), yaitu secara temporal dan secara volume.
Secara temporal, El Nino akan membuat musim kemarau berpeluang lebih lama terjadi di Bandung Raya. Secara volume, atau jumlah curah hujan, akan membuat musim kemarau menjadi lebih kering dibandingkan kondisi klimatologisnya.
Terkait musim kemarau ini, BMKG mengimbau kepada institusi terkait, dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau. Oleh karena pada tahun ini musim kemarau diprediksi bersifat bawah normal atau lebih kering dibanding biasanya.