Ekspor Menggeliat di Tengah Pandemi Covid-19, 12 Perusahaan di Jabar Tembus Pasar Dunia
Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil meyakini bahwa ekspor Provinsi Jabar akan terus membaik di masa pandemi Covid-19. Saat ini, ekspor Jabar menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari hingga Agustus 2020, Jabar menyumbang 16,28 persen terhadap ekspor nasional, disusul Jawa Timur sebesar 12,95 persen dan Kalimantan Timur sebesar 8,44 persen.
"Saat ini, kami akan mengubah bagaimana mengarahkan ekonomi Jabar pascapandemi. Ada tujuh ekonomi baru di Jabar yang harus kami usahakan," kata Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar, baru-baru ini.
Pertama, Jabar berupaya menarik investor yang memutuskan pindah dari Tiongkok. Kedua, fokus pada ketahanan pangan agar dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Ketiga, Jabar mencanangkan sebagai pusat keunggulan bidang medis.
"Keempat dan kelima, seperti yang Anda tahu, mempelajari dan menggunakan 4.0 (teknologi digital) bukan lagi sebuah pilihan, tapi keharusan. Maka, kami merevolusi kurikulum di seluruh institusi pendidikan dengan menggunakan Digital 4.0 Content," ujar Gubernur Jabar.
Kemudian, Jabar berupaya menjadi yang terdepan dalam sustainability business (bisnis berkelanjutan). Waste to energy juga bagian dari bisnis berkelanjutan tersebut dan terakhir adalah pariwisata lokal.
"Itulah optimisme di Jabar, rumah bagi lebih dari 60 persen industri di Indonesia, destinasi investasi nomor satu di Indonesia, dan rumah bagi SDM paling produktif di Indonesia," kata Emil.
Editor: Agus Warsudi