Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pabrik Arang Ludes Terbakar di Cibatu Garut, Pemilik Rugi Rp500 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Edukasi Budaya, Antusiasme Warga Nonton Layar Tancap Tarung Sarung di Garut

Sabtu, 19 Maret 2022 - 06:59:00 WIB
Edukasi Budaya, Antusiasme Warga Nonton Layar Tancap Tarung Sarung di Garut
Warga menonton film Tarung Sarung yang diperankan Yayan Ruhiyan. Film Tarung Sarung ditayangkan melalui media layar tancap di Lapangan Pangbarakan, Desa Kertajaya, Cibatu, Garut, Jumat (18/3/2022) malam. (Foto: FANI FERDIANSYAH)
Advertisement . Scroll to see content

GARUT, iNews.id - Penayangan film Tarung Sarung di Lapangan Pangbarakan Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jumat (18/3/2022) malam, sukses menyedot perhatian masyarakat. Sajian sinema yang disutradarai Archie Hekagery itu semakin menarik animo penonton karena disajikan melalui media layar tancap.
 
Layar tancap memiliki kedekatan di hati warga oleh sebab dapat dinikmati di tanah lapang. Layar tancap merupakan hiburan sekaligus bagian dari sosial budaya Indonesia. 

"Nonton gratis, tidak dikenakan tiket. Masyarakat sangat senang dengan hiburan yang merupakan bagian dari kegiatan Penayangan Film Indonesia di Garut," kata Kepala Desa Kertajaya Tatan Asmara, Sabtu (19/3/2022) dini hari. 

Menurut Tatan, kegiatan menonton film drama laga petualangan Indonesia yang diproduksi pada 2020 itu menampilkan salah satu tradisi suku Bugis-Makassar. "(Penayangan) film ini menjadi edukasi bagi masyarakat, bahwa ternyata ada tradisi budaya daerah yang ditampilkan," ujarnya. 

Tatan menuturkan, warga yang menonton acara itu bukan hanya dari Desa Kertajaya saja, melainkan juga berasal dari beberapa desa tetangga, seperti Cibatu, Padasuka, Karyamukti, Girimukti, Mekarsari dan Cibunar. "Bersama warganya, para kepala desa dari desa tetangga juga hadir, menonton film ini," tutur Tatan. 

Tarung Sarung atau budaya sigajang laleng lipa merupakan budaya Bugis-Makassar dalam menyelesaikan perseteruan antara dua orang. Jika musyawarah telah dilakukan dan tidak mendapatkan titik temu, masyarakat Bugis-Makassar dulu kerap menyelesaikannya dengan cara bertarung. Pertarungan berlangsung satu lawan satu dengan tangan kosong atau senjata tajam badik dan dibatasi kain sarung. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut