Dukung Pemulihan Ekonomi, Konsumen Pasar Tradisional dan Modern Diingatkan Disiplin Prokes
Dirjen PKTN menuturkan, Si Enda juga mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan prokes. Si Enda membawa poster bertuliskan “Konsumen Cerdas Ayo Vaksin”, “Jadilah Konsumen Kritis di Masa Pandemi”, “Konsumen Cerdas Pulihkan Ekonomi Bangsa”, “Konsumen Cerdas, Covid-19 Pasti Berlalu”, “Konsumen Cerdas Beli Sesuai Kebutuhan”, serta “Konsumen Cerdas Jalankan Prokes”.
Untuk dapat memulihkan ekonomi bangsa, tutur Veri, penting bagi seluruh masyarakat sebagai konsumen cerdas untuk menerapkan prokes agar dapat mencegah Covid-19. Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya dapat mengingatkan, tetapi juga membuat masyarakat menerapkan prokes dengan disiplin.
“Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Perdagangan berusaha membentuk pergeseran pola konsumsi, produksi, transaksi, dan distribusi sebagai kekuatan baru untuk memulihkan ekonomi,” tutur Veri.
Pemulihan ekonomi pada masa darurat kesehatan, sangat bergantung pada kerja sama yang baik antara konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah. “Demi terwujudnya iklim perdagangan yang baik, dibutuhkan pelaku usaha yang bertanggung jawab, serta konsumen cerdas yang teliti dan memahami hak dan kewajibannya,” ucap Dirjen PKTN.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Konsumen Ditjen PKTN Ojak Simon Manurung mengatakan, pemerintah selaku regulator harus menjamin dan memastikan kesinambungan perekonomian melalui berbagai kebijakan yang melindungi aktivitas perdagangan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini.
Semangat Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2021 bertema ‘Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Maju’, kata Ojak, diharapkan menjadi pendorong bagi masyarakat dalam membangun gerakan konsumen cerdas. Selain itu, memperkuat upaya perlindungan konsumen yang dilakukan pemerintah demi percepatan pemulihan ekonomi bangsa.
“Semangat Harkonas juga diharapkan menjadi momentum peningkatan pemahaman hak dan kewajiban konsumen, peningkatan kecerdasan dan kemandirian konsumen, serta nasionalisme tinggi dalam menggunakan produk dalam negeri,” kata Ojak Simon Manurung.
Editor: Agus Warsudi