DPW LDII Jabar Tebar 4.929 Hewan Kurban Senilai Rp66,36 Miliar
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, kurban bukan hanya sebagai kesalihan individu, namun juga sosial. Ibadah yang dinanti umat Islam setiap Idul Adha, mampu menyelesaikan beberapa masalah sosial. Karena itu, semangat berkurban harus terus dilaksanakan umat Islam dalam keseharian.
“Berkurban memiliki multiplier effect atau efek berganda signifikan. Kurban memiliki tempat tersendiri bagi umat Islam, karena bukan sekadar wujud kesalehan dan ketakwaan terhadap Allah, namun memberi manfaat kepada banyak pihak,” kata Ketua Umum DPP LDII.
Menurut KH Chriswanto Santoso, pembagian daging kurban menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Dari sisi sosial kemasyarakatan, berkurban mampu meningkatkan membangun hubungan yang positif di tengah masyarakat. “Warga bisa memberi tanpa pamrih dan bisa menerima dengan ikhlas. Dengan itu akan terbangun kekuatan sosial yang luar biasa,” ujar KH Christwanto Santoso.
Sementara daging yang dibagikan dapat meningkatkan asupan gizi masyarakat, yang berguna mencegah stunting. “Idul Adha bisa menjadi momentum untuk pencegahan stunting. Terlebih lagi saat ini pemerintah sedang menggalakkan pencegahan stunting. Jika pembagian daging kurban merata kepada masyarakat angka stunting dapat ditekan,” tutur dia.
Ketua Umum DPP LDII mengapresiasi seluruh warga LDII yang selalu antusias dalam setiap pelaksanaan ibadah kurban. Mereka mempersiapkanya jauh sebelum Idul Adha, yakni, dengan menabung yang dikelola secara khusus di masing-masing majelis taklim.
“Karena kekuatan LDII itu pada konsolidasi berbasis majelis taklim yakni pengajian yang sifatnya rutin yang dilaksanakan 3-4 hari dalam seminggu. Acara itu juga dapat dimanfaatkan untuk mengisi tabungan kurban yang dikelola secara khusus. Ketika Idul Adha tiba warga LDII sudah siap untuk berkurban,” ucap Ketua Umum DPP LDII.
Secara nasional, ujar KH Chriswanto Santoso, dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah hewan kurban warga LDII. Pada 2020, kurban warga LDII mencapai 40.190 ekor. Pada 2021 akibat pandemi Covid-19 dan ekonomi lesu, jumlah kurban turun menjadi 39.301 ekor. Pada 2022, jumlah kurban meningkat mencapai 42.646 ekor. Sedangkan tahun ini, 2023, meningkat mencapai 43.493 ekor, dengan perincian 23.710 ekor sapi, 19.766 ekor kambing, dan 17 ekor kerbau. Jika dinominalkan, kurban warga LDII tahun ini sekitar Rp652 miliar.
Editor: Agus Warsudi