Dosen Unpad Ciptakan Alat Holter Monitor Jantung, Lebih Canggih dan Ekonomis
Alat holter versi ini dipasang SD Card untuk menyimpan sementara data pemeriksaan, lalu jika alat tersebut telah terhubung internet maka data pemeriksaan otomatis terkirim ke Cloud operator dan dapat dibaca hasilnya. Meskipun membutuhkan internet, tetapi alat ini tidak membutuhkan aplikasi tambahan. Masing-masing versi dari alat holter ini memiliki tiga bagian utama.
“Yang pertama untuk sensornya itu adalah modul sensor alat yang dipasang di badan untuk merekam data. Yang kedua dimasukkan ke modul prosesor sebagai filter untuk mendeteksi ada gangguan atau tidak. Yang ketiga modul untuk transmisi ke Cloud dengan teknik yang dikembangkan,” kata Arjon.
Arjon menjelaskan, alat ini sudah pernah diuji ke pasien jantung dan tinggal menunggu izin Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK). Apabila telah memenuhi izin maka nantinya alat holter ini akan diuji di beberapa puskesmas untuk monitoring pengambilan data sekaligus validasi dokter jantung yang terlibat. Tahap terakhir dari alat holter ini adalah produksi massal dan pemasaran.
Alat ini ternyata sudah diciptakan sejak tahun 2015, tetapi sempat berhenti. Kemudian kembali dikembangkan pada tahun 2018 hingga saat ini. Tahun ini, Arjon dan tim mengembangkan alat holter dengan menambah jumlah sensor dan bernegosiasi dengan industri terkait.
Dia berharap alat ini bisa segera diproduksi massal agar manfaatnya pun bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di perdesaan.
Di akhir acara Hard Talk, Arjon berpesan agar selalu mendukung produk inovasi yang telah dihasilkan serta selalu fokus dengan apa yang sudah dimulai.
“Untuk sivitas akademika pesannya mari kita bangun alat itu dan sebaiknya kita jangan pindah-pindah gitu loh fokus begitu. Ketika kita mulai di situ, fokus terus ke situ supaya sampai akhirnya bisa menghasilkan produk karena banyak juga saya lihat peneliti beda kegiatan atau beda presiden beda lagi penelitiannya, nah kalau saya biasanya sih fokus mau siapapun pemimpinnya fokus di situ,” ucap Arjon.
Editor: Asep Supiandi