Ibnu Khuzaimah berkomentar, ‘Andaikan sahih, bisa menjadi dalil.’ Juga diriwayatkan oleh Al-Wahidi dalam Al-Wasith, 1:640. Sanad hadis ini dhaif karena adanya perawi Ali bin Zaid bin Jada’an. Orang ini dhaif, sebagaimana keterangan Imam Ahmad dan yang lainnya. Imam Ibnu Khuzaimah telah menjelaskan, ‘Saya tidak menjadikan perawi ini sebagai dalil, karena hafalannya jelek.’” (Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah, 2:263)
Berikut adalah doa-doa yang dianjurkan setelah shalat witir:
Doa setelah shalat Witir
Doa Pertama:
اللَّهُمَّ إِني أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ ، أَنْتَ كَمَا أَثــــْنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ
“Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.” (H.r. An-Nasa’i, Abu Daud, dan Turmudzi; dinilai sahih oleh Al-Albani)
Doa Kedua:
سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ
“Mahasuci Dzat yang Maha Menguasai lagi Mahasuci.” (H.r. Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Albani)
Catatan:
- Doa ini diucapkan sebanyak tiga kali.
- Pada ucapan yang ketiga, lafalnya dikeraskan dan dipanjangkan, yaitu “subhaaanal malikil qudduuuuu … sssss“.
- Tidak perlu menambahkan lafal “Rabbul malaikati war ruh“.
Doa setelah tarawih dan witir adalah penutup yang indah bagi rangkaian ibadah malam Ramadhan. Jangan biarkan kesempatan berharga ini berlalu begitu saja. Mari manfaatkan setiap detiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan memanjatkan harapan terbaik. Semoga setiap doa yang kita panjatkan di bulan suci ini diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT, serta membawa keberkahan dan kebahagiaan dalam hidup kita di dunia dan akhirat. Amin ya rabbal alamin.
Editor: Komaruddin Bagja