“Korban dianiaya dengan botol miras. Kasusnya masih diselidiki namun sudah ada dugaan yang mengarah ke tersangka. Bisa lebih dari satu orang,” katanya.
Sementara itu, Engkus, pemilik rumah yang menjadi lokasi TKP penganiayaan sekaligus suami Neneng Nurjanah menjelaskan, jika korban dan istrinya tidak ada hubungan apapun seperti yang dituduhkan (berselingkuh). Namun saat kejadian, dia mengakui sedang tidak ada di rumah.
“Saat kejadian saya di Semarang. Hanya istri dan anak saya yang ada di rumah,” ujarnya.
Dia menceritakan, begitu mendapat kabar langsung pulang ke rumah. Informasi yang diterimanya, korban datang ke rumah untuk memperbaiki ponsel anaknya. Saat akan pulang, ada sejumlah pemuda diduga dalam kondisi mabuk menunggu di depan pintu.
“Korban takut keluar dan bersembunyi dalam kamar bersama istri dan anak saya. Warga datang dan langsung mengeroyoknya. Istri saya panik dan tak tahu apa-apa lagi,” kata Engus.