Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Musim Kemarau, BPBD KBB Belum Terima Laporan Warga Krisis Air Bersih
Advertisement . Scroll to see content

Dilanda Kekekeringan, Warga Windujaya Cirebon Serbu Tangki Bantuan Air Bersih

Jumat, 08 Oktober 2021 - 15:24:00 WIB
Dilanda Kekekeringan, Warga Windujaya Cirebon Serbu Tangki Bantuan Air Bersih
Petugas BPBD Cirebon menyalurkan bantuan air bersih menyusul kekeringan yang melanda Desa Wundujaya. (Foto: iNewsTv/Toiskandar)
Advertisement . Scroll to see content

CIREBON, iNews.id - Puluhan warga dari berbagai blok di Desa Windujaya, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon menyerbu tangki air bersih yang didistribusikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cirebon, Jumat (8/10/2021). Warga yang datang dengan membawa ember, galon dan jeriken air tanpa lagi mengindahkan protokol kesehatan (prokes)

Kedatangan tangki air bersih ini langsung disambut warga yang sejak tiga bulan terakhir mengalami kesulitan air bersih. Mereka berlarian untuk masuk dalam antrean. Namun sayang, warga yang berharap air bersih ini justru mengabaikan prokes dengan tidak bermasker dan berjarak saat menaruh tempat air yang dibawanya.

Warga mengaku sudah berbulan-bulan mengalami krisis air bersih dengan kondisi cukup parah. Sumur dan sungai yang berada tak jauh dari rumah sudah tidak lagi mengeluarkan air. Untuk keperluan sehari-hari, seperti mencuci terpaksa harus mencari ke desa tetangga yang masih menyisakan air sungai

"Kalau untuk keperluan keperluan memasak paling membeli ke tempat pengisian air," kata Tasmiah, warga Desa Windujaya.

Dalam pendistribusian air bersih ini, BPBD Cirebon mengirimkan sedikitnya 6.000 liter air bersih. Petugas memfokuskan pembagian air di Blok Manis, Desa Windujaya yang menjadi wilayah terparah terdampak krisis air bersih.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut