"Penggeledahan mulai sekitar pukul 21.30 WIB, kata polisi ini pengembangan penyelidikan yang dari Antapani dan di Komplek Grand Sharon. Saya tidak tau siapa identitas yang di sini, yang jelas katanya dia itu anak buahnya AAS yang tinggal di Grand Sharon," kata Aam di TKP.
Dia menyebut terduga teroris yang berada di lingkungannya tersebut baru empat hari tinggal di sana dan membantu berjualan ayam geprek. Sementara pemilik usaha tidak mengetahui jika JJ telah diincar Densus 88.
"Jadi si pemilik usaha ngontrak rumah di situ lalu berjualan ayam geprek dan pisang nugget. Terduga teroris itu baru empat hari kerja, kata pemilik usaha itu masih satu keluarga dengan AAS," ujarnya.
Hasil penggeledahan berdasarkan kesaksian Aam, Densus 88 menyita tiga buah senapan laras panjang, dua pistol jenis FN beserta peredam, peluru sekitar tiga setengah dus dan sejumlah pisau.
"Informasinya rumah itu dijadikan tempat penyimpanan barang-barang milik AAS. Ada juga dokumen yang turut dibawa. Pemilik rumah kontrakan yang masih satu keluarga juga tidak tahu ada senjata-senjata itu," kata Aam.
Informasi awal, diduga ketiga terduga teroris merupakan bagian dari jaringan teroris JAD Bandung. Aam menyebut, informasi yang diterima dari Densus 88, mereka akan melancarkan aksinya saat pelantikan presiden.
"Katanya itu untuk tanggal 20 Oktober nanti. Untuk menghalangi pelantikan Presiden, tapi gak keliatan ada alat-alat seperti rakitan bom," tuturnya.
Editor: Donald Karouw