Dedi Mulyadi Salut Sopir Truk Jujur asal Karawang Kembalikan Uang Jutaan dalam Keresek
Diketahui, Herman terpaksa istirahat di SPBU karena lahan parkir di gudang sedang penuh. Sementara dia baru kebagian jadwal bongkar muatan esok pagi.
“Ini mau kirim popok dari pabrik di Karawang ke gudang di Subang. Istirahat di sini, soalnya kalau di tempat lain belum tentu aman,” kata Herman.
Setiap mengantar, Herman mengaku mendapatkan uang jalan sebesar Rp700.000. Uang tersebut digunakan untuk membeli solar, makan dan bongkar muatan. Dalam sekali jalan dia hanya mendapat upah Rp100.000-Rp200.000.
Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Herman tetap melakoni pekerjaan sebagai sopir truk dan harus rela istirahat di SPBU. Sebab Herman merasa bertanggung jawab kepada keluarganya.
Apalagi, Herman masih memiliki satu anak yang sekolah di kelas 2 SD. “Sekali jalan paling dapat Rp100.000. Paling besar Rp 200 ribu. Sebulan paling jago juga dapat di atas Rp2 juta,” ujar Herman.
Herman menuturkan, sempat menganggur selama tiga bulan karena surat izin mengemudi (SIM) mati. Dia baru bisa kembali bekerja setelah membuat SIM baru hasil meminjam uang Rp1,2 juta ke tetangga. Utang itu dicicil selama 5-6 bulan tanpa bunga.
Editor: Agus Warsudi