Debat Panas Bahar bin Smith-Damrem Suryakencana, Ini Kata Kodam Siliwangi
"Kehadiran Pak Danrem awalnya untuk mengingatkan soal aturan Mendagri tentang Natal dan tahun baru yang berlaku mulai 24 Desember hingga 2 Januari 2022. Jadi, kehadirannya dalam rangka pengamanan tahun baru. Itu disampaikan Pak Danrem," kata Kapendam Siliwang kepada wartawan melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (1/1/2022).
Namun, ujar Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto, sikap Habib Bahar diduga arogan saat itu sehingga memicu Brigjen TNI Fauzi menanyakan perihal lain. Khususnya terkait sikap dan perkataan Habib Bahar yang kerap membuat kegaduhan di tengah masyarakat hingga akhirnya melebar pada agenda pemeriksaan Habib Bahar di Polda Jabar.
Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto menyatakan, sebagai Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi wajar jika meminta Habib Bahar untuk menjaga sikap dan perkataannya agar masyarakat tidak gaduh dan kondusivitas wilayah teritorial Korem 061/SK tetap terjaga baik. "Beliau kan yang punya wilayah. Wajar jika beliau meminta Bahar tidak membuat gaduh," ujar Kolonel Inf Arief Tri Hedhianto.
Apalagi, tutur Kapendam, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto telah memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran Kodam III/Siliwangi untuk menjaga kondusivitas wilayah teritorial, Provinsi Jawa Barat dan Banten.
"Panglima sudah berpesan seluruh wilayah harus aman dan kondusif. Untuk mewujudkannya, tentu jangan sampai ada kegaduhan, keonaran yang bisa mengganggu kondusivitas di masyarakat," tutur Kapendam Siliwangi.
Kolonel Inf Arie Trihandoyo menilai sikap dan perkataan Bahar saat bertemu dan akhirnya berdebat dengan Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi, kurang pantas. "Beliau (Brigjen TNI Achmad Fauzi) itu pemimpin wilayah, jangan songong seperti itu. Beruntung beliau masih bisa sabar menghadapinya," ucap Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto.
"Ingat, di ajaran agama kita (Islam) itu ada habluminallah dan juga habluminannas, yang mengajarkan kita terkait hubungan dengan sesama manusia, termasuk bagaimana beretika dan berbicara," ujar Kapendam Siliwangi.
Editor: Agus Warsudi